
Berita & Kegiatan
Mengenal Yayasan Raudlatul Makfufin, Rumah Bagi Tunanetra Muslim
Berdiri sejak 1983, Yayasan Raudlatul Makfufin telah lama menjadi tempat menimba ilmu agama bagi tunanetra muslim dari berbagai daerah di Indonesia.
SKh-IT Yarfin tidak dapat dipisahkan dari sejarah panjang Yayasan Raudlatul Makfufin, lembaga yang menaunginya. Untuk memahami siapa kami hari ini, penting untuk mengenal akar perjuangan yang telah tumbuh selama lebih dari empat dekade ini.
Yayasan Raudlatul Makfufin didirikan pada 26 November 1983 atas inisiatif almarhum Raden Halim Saleh bersama sejumlah rekan tunanetra lainnya. Motivasi pendiriannya sederhana namun mendalam, yaitu keprihatinan terhadap minimnya akses pendidikan agama bagi para tunanetra pada masa itu. Bagi para pendiri, keterbatasan penglihatan tidaklah menggugurkan kewajiban seorang muslim untuk belajar dan beribadah. Keyakinan inilah yang menjadi ruh dari seluruh kegiatan yayasan hingga hari ini.
Perjalanan yayasan ini berawal dari hal yang sangat sederhana, yakni kegiatan pengajian keliling dan majelis taklim yang diselenggarakan secara rutin. Dari pertemuan-pertemuan kecil itu, semangat untuk belajar agama di kalangan tunanetra terus tumbuh dan meluas. Seiring waktu, kegiatan yang semula berpindah-pindah tempat ini berkembang menjadi sebuah lembaga yang terstruktur dan memiliki cita-cita besar bagi pendidikan tunanetra muslim di Indonesia.
Nama "Raudlatul Makfufin" sendiri memiliki makna yang indah, yaitu "Taman Tunanetra". Nama ini mencerminkan harapan agar yayasan menjadi sebuah taman tempat para penyandang tunanetra dapat menimba ilmu agama, bertumbuh, dan menemukan kemuliaan diri dengan kelapangan hati. Sebuah tempat di mana keterbatasan tidak dipandang sebagai penghalang, melainkan sebagai ladang untuk berjuang dan mengabdi.
Hingga kini, Yayasan Raudlatul Makfufin menaungi beberapa lembaga yang saling melengkapi, di antaranya pesantren dan sekolah khusus Islam terpadu, kursus keterampilan, majelis taklim, serta percetakan Al-Qur'an Braille. Keberadaan lembaga-lembaga ini menjadikan yayasan sebagai ekosistem pendidikan yang utuh bagi para tunanetra, mulai dari pendidikan formal, pembinaan keagamaan, hingga pemberdayaan keterampilan.
Yang membanggakan, para santri yang belajar di lingkungan yayasan berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka datang dengan satu tujuan yang sama, yaitu menuntut ilmu agama dan membekali diri untuk masa depan. Hal ini menjadikan Yayasan Raudlatul Makfufin benar-benar layak disebut sebagai rumah bersama bagi tunanetra muslim Nusantara, sebuah tempat di mana cahaya iman tetap menyala meski mata tak melihat.


