
Berita & Kegiatan
Pelopor Al-Qur'an Braille yang Mendunia
Sejak 1996, Yayasan Raudlatul Makfufin merintis produksi Al-Qur'an Braille yang kini distribusinya menjangkau hingga ke luar negeri.
Di antara banyak kontribusi Yayasan Raudlatul Makfufin bagi komunitas tunanetra muslim, produksi Al-Qur'an Braille menempati tempat yang sangat istimewa. Inilah salah satu warisan terbesar yang lahir dari semangat para pendiri, dan menjadi kebanggaan yang turut menjiwai seluruh keluarga besar SKh-IT Yarfin.
Cerita ini berawal dari sebuah keprihatinan yang sederhana. Para pendiri menyaksikan betapa terbatasnya ketersediaan Al-Qur'an Braille bagi para tunanetra muslim. Banyak yang ingin membaca dan menghafal kitab suci, namun mushaf Braille begitu langka dan sulit didapat. Dari keprihatinan inilah lahir tekad untuk tidak sekadar menunggu, melainkan berkarya, yaitu memproduksi sendiri Al-Qur'an Braille agar dapat dinikmati oleh sebanyak mungkin saudara tunanetra.
Pada tahun 1996, yayasan mulai merintis penyusunan dan komputerisasi Al-Qur'an Braille. Proses ini bukanlah pekerjaan yang mudah. Dibutuhkan ketelitian tinggi, kesabaran, dan ketekunan luar biasa untuk menyusun setiap ayat ke dalam format Braille yang akurat. Setelah melalui proses panjang, pencetakan Al-Qur'an Braille pun mulai dapat dilakukan, membuka jalan bagi tersebarnya mushaf Braille ke berbagai penjuru.
Yang membanggakan, hasil produksi Al-Qur'an Braille ini tidak hanya tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Distribusinya bahkan menjangkau hingga ke luar negeri, di antaranya Turki, Thailand, dan Afrika Selatan. Mushaf-mushaf tersebut banyak dibagikan secara cuma-cuma kepada sahabat-sahabat tunanetra yang membutuhkan, sebagai wujud kepedulian dan semangat berbagi tanpa pamrih.
Dedikasi dan kualitas yang terjaga dalam proses produksi ini menjadikan karya Yayasan Raudlatul Makfufin sebagai rujukan penting. Ketekunan para penyusun dan pencetaknya, yang sebagian besar adalah penyandang tunanetra, membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak pernah membatasi besarnya karya yang bisa dipersembahkan bagi umat.
Bagi kami di SKh-IT Yarfin, warisan ini bukan sekadar sejarah, melainkan sumber inspirasi yang hidup. Setiap santri yang belajar di sini diingatkan bahwa mereka adalah bagian dari sebuah perjuangan besar. Al-Qur'an Braille yang mereka baca dan hafal setiap hari adalah buah dari ketekunan para pendahulu, dan menjadi pengingat bahwa dengan iman dan kerja keras, siapa pun dapat memberi manfaat bagi sesama, betapapun terbatas keadaannya.


