Lewati ke konten utama
Foto utama berita: Pendidikan Terpadu, Memadukan Sekolah Formal dan Pesantren

Berita & Kegiatan

Pendidikan Terpadu, Memadukan Sekolah Formal dan Pesantren

Santri SKh-IT Yarfin menempuh pendidikan formal sekaligus pembinaan keagamaan dalam satu sistem boarding school yang menyeluruh.

Salah satu keunggulan utama yang menjadi ciri khas SKh-IT Yarfin terletak pada konsep pendidikan terpadunya. Di sini, para santri tidak hanya menempuh pendidikan formal sebagaimana sekolah pada umumnya, tetapi juga menjalani pembinaan keagamaan yang intensif khas pesantren. Keduanya berjalan beriringan dalam satu sistem asrama atau boarding school, sehingga proses belajar dan pembinaan dapat berlangsung secara utuh dan berkesinambungan.

Sistem terpadu ini lahir dari keyakinan bahwa pendidikan yang sejati tidak boleh memisahkan antara kecerdasan akademik dan kekuatan keimanan. Seorang santri tunanetra diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang lengkap, yaitu cakap dalam ilmu pengetahuan, kuat dalam keimanan, dan mulia dalam akhlak. Untuk mencapai hal itu, lingkungan belajar dirancang agar nilai-nilai keislaman menyatu dengan kegiatan akademik sehari-hari.

Dalam kesehariannya, para santri menjalani hari yang penuh dan tertata. Aktivitas dimulai jauh sebelum fajar dengan salat tahajud, dilanjutkan dengan salat subuh berjamaah, dan diisi dengan kegiatan mengulang serta memperkuat hafalan Al-Qur'an. Rutinitas pagi ini menjadi pondasi spiritual yang menemani santri sebelum memulai kegiatan belajar di siang hari.

Memasuki waktu pagi hingga siang, para santri mengikuti kegiatan belajar pelajaran umum sesuai kurikulum pendidikan khusus. Mereka mempelajari berbagai mata pelajaran sebagaimana sekolah pada umumnya, dengan metode dan media pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan penyandang tunanetra. Setelah kegiatan sekolah usai, hari dilanjutkan kembali dengan pembelajaran keagamaan, menjadikan waktu santri benar-benar terisi dengan hal-hal yang bermanfaat.

Pendidikan formal di SKh-IT Yarfin mencakup mata pelajaran umum yang menjadi bekal akademik para santri, sementara pembinaan pesantren meliputi kajian keislaman dan pendalaman kitab-kitab yang telah disusun dalam huruf Braille. Dengan demikian, santri tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki pemahaman agama yang kokoh sebagai pegangan hidup.

Melalui perpaduan inilah, SKh-IT Yarfin berikhtiar membentuk generasi tunanetra yang seimbang. Generasi yang tidak hanya siap menghadapi tantangan akademik dan kehidupan, tetapi juga teguh memegang nilai-nilai keimanan dan akhlak mulia. Inilah wujud nyata dari komitmen kami untuk menghadirkan pendidikan yang utuh, bermakna, dan memuliakan setiap santri.